Dwi Anisti
Kamis, 31 Oktober 2024
Senin, 07 November 2022
Kamis, 17 Januari 2013
“Sadar dan Menyadari”
Pemuda merupakan Harapan Bangsa. Karena para generasi
muda lah yang nantinya akan menjadi penggerak masa depan bangsa. Tetapi pada
kenyataannya seiring dengan perkembangan zaman, pemuda bangsa kita semakin
melemah. Faktanya sekarang tingkat pengangguran semakin tinggi, sebenarnya
siapa yang salah dalam hal ini. Pemuda yang tidak mau berkembang apa pemerintah
yang tidak mendukung dan memberikan kesempatan para generasi muda untuk
berkembang.
Itulah salah satu masalah yang sedang dihadapi
oleh bangsa kita ini. Sekarang apakah kita akan saling menyalah kan? Tentunya
tidak etis jika dalam suatu negara kita hanya saling menyalahkan, kenapa kita
tidak bisa berusaha memperbaiki keadaan. Fenomena seperti ini harusnya jadi
pelajaran untuk kita semua, jika tidak ada satu orang pun yang akan
mengentaskan kita dari belenggu suatu permasalahan, maka selamanya masalah itu
tidak akan pernah selesai. Sebagai generasi muda sadarkanlah diri anda,
pikirkanlah solusi yang tepat untuk terlepas dari masalah bangsa ini. Masalah
bangsa adalah masalah kita semua sebagai warga negara.
Bangsa ini sudah banyak masalah, sebagai orang”
kecil”atau masyarakat bawah kita memang dipandang sebelah mata. tetapi demi
masa depan bangsa hilangkan perasaan seperti itu. memang sulit melangkah
sendiri tapi sekarang pada siapa kita akan berpegang teguh. Ketika Peraturan di
buat hanya untuk dilanggar, pemimpin tak bisa jadi teladan, keadaan masyaraka
yang hanya “apabila baik di unggulkan, apabila salah dilecehkan”. Siapkan diri
menghadapi apapun persepsi orang. Yang penting optimis bahwa kita bisa
menjadi lebih baik dari mereka yang
hanya bisa mengatakan tanpa adanya fakta.
Disini akan di jelaskan tentang, perkembangan
generasi muda dalam masyarakat,yang diharapkan dapat menjadi motivasi kita sebagai generasi muda untuk tetap
semangat menjalani hidup dan sadar dengan keadaan, sehingga akan memberikan
stimulus kepada kita sebagai generasi muda. Apakah yang seharusnya kita lakukan
bagi bangsa ini ?
Senin, 07 Januari 2013
Rangkuman Materi Psikologi Pendidikan”
GEJALA PSIKOLOGIS SISWA DALAM BELAJAR
A. KONSEP DASAR PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari bahasa yunani psiche (jiwa) dan logos
(ilmu pengetahuan). Yang secara etimologis dapat diartikan ilmu
pengetahuan tentang jiwa.
Menurut ensiklopedia nasional Indonesia, Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku
manusia dan binatang, baik yang terlihat secara langsung maupun tidak langsung.
Sedangkan menurut Muhibbin syah, psikologi merupakan ilmu pengetahuan
yang membahas tingkah laku manusia sebagai individu dan kelompok dalam
hubungannya dengan lingkungan dalam bebtuk tingkah laku terbuka dan tertutup.
Bidang kajian ilmu psikologi, antara lain:
1. Psikologi umum
2. Psikologi anak
3. Psikologi perkembangan
4. Psikologi sosial
5. Psikologi kepribadian
6. Psikologi industri
7. Psikologi abnormal
Pengelompokan ilmu psikologi
v Teoritis
·
Psikologi umum
·
Psikologi khusus terdiri dari : psikologi
perkembangan,psikologi kepribadian dan psikologi sosial
v Praktis/ terapan
·
Psikologi klinis
·
Psikologi bimbingan konseling
·
Psikodiagnostik
·
Psikologi perusahaan
·
Psikologi pendidikan
Pendidikan menurut KBBI, merupakan proses perubahan sikap dan tata
laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
proses pengajaran dan pelatihan. Pendidikan menurut sugihartono, adalah
usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk mengubah tingkah laku manusia
baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia tersebut
melalui proses pengajaran dan pelatihan. Pendidikan menurut UU SISDIKNAS
NO.TH 2003 PASAL 1 ayat 1 adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya,
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Psikologi pendidikan adalah sebuah studi sistematis tentang
faktor-faktor dan proses kejiwaan yang berhubungan dengan pendidikan manusia. Jadi
psikologi pendidikan, merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari
tentang penerapan teori-teori psikologis dalam dunia pendidikan terhadap siswa
sebagai peserta didik serta hubungan keduanya dengan lingkungan sekitar dalam
proses pendidikan dan pembelajaran.
B.
SEJARAH PSIKOLOGI
Pada mulanya psikologi merupakan bagian dari filsafat, yang kemudian
pada tahun 1879 wilhelm wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama
di leipzig jerman dan sekaligus menandai mandirinya ilmu psikologi. Sejak tahuan 1980 hampir setiap
universitas di AS memiliki fakultas psikologi sendiri. Perkembangan selanjutnya
muncul banyak tokoh-tokoh psikologi di penjuru dunia, kemudian sejak tahun
1881 sebagai awal terbitnya jurnal psikologi sampai sekarang.
Psikologi bagian dari ilmu filsafat, tokohnya antara lain:
·
PLATO
Plato menyatakan bahwa jiwa terdiri dari rohaniyah dan badaniyah
Trikotominya: kecerdasan, kemauan, dan nafsu perasaan
·
ARISTOTELES
Aristoteles menyatakan bahwa jiwa bertingkat hierarki: vegetatif, sensitif
dan intelektif
·
DESCARTES
Descartes menyatakan bahwa psikologi merupakan pengetahuan gejala pemikiran
dan gejala kesadaran
·
JOHN LOCKE
John lock menyatakan bahwa jiwa manusia pada awalnya kosong putih bersih
seperti selembut kertas putihyang baru. Terisi baik, buruk dan sebagainya
ditentukan oleh pengalaman melalui panca indra.
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang otonom, tokohnya antara lain:
·
WILHEM WUNDT
Beliau terkenal dengan sebutan Bapak psikologi eksperimental
·
FREUD
Pelopor yang menyatakan jiwa tidak sadar seperti tingkah laku yang keliru
dan mimpi
·
CARL GUSTAV JUNG
Perkembangan psikologi di dunia
Di AS muncul William James dengan fungsionalismenya
Di Jerman muncul psikologi Gestalt
Di Wina muncul Freud dengan psikoanalisisnya
Di AS muncul JB Watson dengan Behavioristiknya
Watson dengan humanistiknya.
Peran psikologi dalam pendidikan
ü
Prinsip psikologi berguna dan bermanfaat untuk
membantu siswa mendapatkan pengalaman belajar secara formal sebagai jalan
membangun kedewasaan, pengetahuan dan kepribadian.
ü
Hasil penelitian psikologi dapat digunakan
guru untuk menambah wawasan dan memperbaiki proses pembelajaran
ü
Psikologi ikut andil dalam menentukan tujuan,
kurikulum dan pengorganisasian pembelajaran
ü
Pesikologi pendidikan membimbing guru
melakukan pembelajaran dengan lebih baik
C.
BENTUK-BENTUK GEJALA PSIKOLOGI SISWA DALAM
BELAJAR
1. Penginderaan/sensasi dan persepsi
2. Memori
3. Berpikir
4. Kecerdasan
5. Motivasi dan emosi
1.
PENGINDERAAN
Penginderaan/ sensasi adalah proses masuknya pengetahuan dalam
bentuk stimulus kedalam alat indera manusia, yang kemudian stimulus tersebut
diterjemahkan oleh otak berdasarkan persepsinya.
Stimulus akan diindera/diamati dengan baik jika:
·
Ukuran stimulus cukup besar
·
Alat indera yang akan digunakan sehat
·
Adanya perhatian terhadap stimulus tersebut.
Seperti adanya minat, merasa butuh, dianggap penting dan adanya motivasi.
Beberapa aspek yang mempengaruhi hasil penginderaan/
pengamatan antara lain:
a) Pengaturan sudut pandang ruang
b) Pengaturan sudut pandang waktu
c) Pengaturan sudut pandang gestalt
(kecenderungan memandang suatu objek sebagai satu kesatuan yang utuh)
d) Pengaturan sudut pandang arti
dipengaruhi kondisi individu yang bersangkutan meliputi:
·
perbedaan pengetahuan/pengalaman siswa
·
perbedaan kebutuhan siswa
·
kesenangan atau hobi siswa
·
kebiasaan dan pola hidup siswa
v PERSEPSI
Persepsi merupakan proses penerjemahan atau penginterpretasian
stimulus yang masuk ke otak melalui alat indera sebagai sebuah pengetahuan.
Persepsi siswa dipengaruhi oleh kondisi siswa tersebut,
meliputi:
·
Pengetahuan atau pengalaman yang telah
dimiliki siswa
·
Nilai-nilai dan kebutuhan siswa
·
Kondisi fisik dan psikis siswa
v HUKUM GESTALT
Hukum gestalt dalam pengamatan terdiri dari:
1) Hukum pragnaz (memberikan kesan sedemikian rupa pada objek yang diamati)
2) Hukum kesamaan
3) Hukum kedekatan
4) Hukum ketertutupan
5) Hukum kontinuitas
6) Hukum gerak bersama
Aplikasi
penginderaan dan persepsi dalam proses pembelajaran
Untuk menciptakan persamaan persepsi dalam belajar maka:
1) Materi pelajaran harus dapat diinderakan oleh siswa dengan baik, suara
jelas dan tulisan jelas
2) Disampaikan tujuan-tujuan mempelajari materi
3) Melakukan proses diskusi dan tanya jawab
4) Jika menggunakan alat peraga, biarkan siswa mengamati secara utuh
5) Mengaitkan materi pelajaran dengan hal-hal yang telah diketahui siswa,dsb
2.
MEMORI
Memori merupakan kemampuan seseorang dalam menyimpan suatu
informasi dan mengeluarkan kembali dalam situasi dan kondisi yang dibutuhkan
Tahapan dalam memori bekerja
|
ENCODING/LEARNING
|
|
RECALL
|
|
STORAGE
|
|
RETRIEVAL
|
|
RECOGNIZE
|
Keterangan:
Encoding/learning adalah proses memasukan pesan/ informasi
kedalam ingatan otak
Storage adalah tahap penyimpanan pesan atau informasi
di dalam otak
Retrieval adalah tahap memunculkan kembali pesan /
informasi yang di butuhkan
Recall adalah proses memunculkan kembali informasi tanpa
menggunakan bantuan stimulus. Sedangkan Recognize adalah
proses memunculkan kembali informasi dengan bantuan stimulus.
v MACAM-MACAM MEMORI
·
Memori jangka pendekl/STM
(bertahan hanya beberapa detik sampai beberapa menit saja)
·
Memori jangka panjang/LTM
(kemampuan memori dalam menyimpan informasi dalam jangka waktu yang sangat
lama dan cenderung permanen serta menetap)
·
Memori kerja/WM
(jenis memori yang dapat menyimpan informasi dalam rentang waktu beberapa
menit sampai beberapa jam)
v
LUPA
Lupa merupakan ketidakmampuan siswa untuk memunculkan kembali
informasi atau pengetahuan yang dimiliki pada saat yang dibutuhkan dengan baik.
Penyebab lupa adalah:
1) Karena bekas-bekas ingatan tidak digunakan
2) Karena adanya gangguan informasi baru yang masuk
3) Karena adanya motif tertentu untuk melupakan
TEORI TENTANG LUPA
·
Decay teory
Lupa terjadi karena keausan memori yang tidak pernah diulang-ulang lagi
·
Teory Interferensi
Lupa terjadi karena adanya percampuran informasi baru dan saling mengganggu
sehingga sulit dimunculkan
·
Teory Retrieval Failure
Lupa terjadi karena tidak adanya stimulus yang tepat untuk memunculkan
memori tersebut
·
Teory Motivated Forgetting
Lupa disebabkan adanya keinginan siswa untuk melupakan sesuatu, terutama
yang tidak menyenangkan
·
Lupa karena faktor fisiologis
Lupa terjadi karena adanya perubahan kondisi fisik otak sehingga terjadilah
amnesi
Cara mengantisipasi lupa, menurut Wingkel(2009):
ü
Menumbuhkan motivasi siswa dan kesadaran
pentingnya tujuan belajar siswa yang harus dicapai
ü
Mengajak dan meningkatkan konsentrasi siswa
dalam belajar
ü
Siswa dibimbing mengolah materi pelajaran
dengan baik
ü
Siswa dibimbing dan diberi motivasi untuk
mengulang materi pelajaran
ü
Guru menggunakan metode pembelajaran yang
variatif untuk meningkatkan motifasi dan keaktifan siswa
Aplikasi memori dalam proses belajar dan
pembelajaran
1) Guru menyampaikan materi secara kontekstual dan kegunaannya bagi siswa
2) Membatasi materi yang harus dikuasai, karena kemampuan memori terbatas
3) Menggunakan media pembelajaran
4) Melakukan proses pengulangan materi pelajaran
5) Melakukan proses pengorganisasian materi melalui metode tertentu
3. BERPIKIR
Berpikir merupakan proses menghasilkan representasi metal yang
baru melalui transformasi yang melinbatkan interaksi kompleks antara berbagai
proses mental. Proses berpikir muncul sebagai usaha untuk memecahkan masalah
yang sedang dihadapai. Berpikir merupakan proses mental yang bertujuan
memecahkan suatu permasalahan (menurut solso dalam sugihartono)
Berpikir merupakan sebuah proses yang dinamis dimana siswa aktif
menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak dan berusaha membuat hubungan antara
objek informasi baru dengan bagian-bagian
pengetahuan yang sudah dimiliki siswa sebelumnya dalam wujud pengetahuan
(menurut sri rumini)
Secara umum proses berpikir terdiri dari:
1) Berpikir otak kanan dan otak kiri
2) Berpikir reflektif dan kreatif
Berpikir reflektif, merupakan proses pemecahan masalah yang
didasari pengetahuan siswa dan pemanfaatan pengetahuan tersebut untuk melakukan
proses pemecahan masalah.
Berpikir kreatif, merupakan kemampuan mental yang khas pada
siswa untuk melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinil, indah, baru,
efisien, tepat sasaran dan tepat guna. Atau dapat diartikan kemampuan siswa
untuk memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
Langkah berpikir Reflektif:
a) Siswa merasakan adanya problem
b) Siswa melokalisasikan dan membatasi pemahaman terhadap masalahnya
c) Siswa menemukan hubungan-hubungan masalahnya dan merumuskan hipotesis pemecahannya
d) Siswa mengevaluasi hipotesis
e) Siswa menerapkan cara pemecahan masalah yang ditemukan, kemudian menerima/
menolak kesimpulan
Tahapan berpikir kreatif:
a) Tahap persiapan, menyiapkan bahan yang dibutuhkan
b) Tahap inkubasi, ketika bahan yang terkumpul memunculkan persepsi yang
berbeda dan kreatif tetapi masih belum jelas kebenarannya
c) Tahap pemahaman, ketikan pemahaman dan penemuan hal yang berbeda dan
terjadi tiba-tiba
Aplikasi proses berpikir dalam proses belajar:
1) Berikan siswa pra pembelajaran dengan memunculkan memori yang memiliki
latar belakang yang hampir sama dengan materi baru, agar semakin banyak koneksi
yang terbentuk
2) Pahami latar belakang siswa dalam hubungannya dengan materi baru dan
sesuaikan rencana dan proses pembelajaran dengan tingkat pengalaman, kondisi,
dan gaya belajar siswa
3) Ciptakan lingkungan kelas yang mendukung, menantang, kompleks, tanpa
ancaman serta proseseksplorasi dan tanya jawab secara berkembang
4) Berikan pengalaman-pengalaman belajar pada siswa dalam bentuk mereflesikan
kehidupan nyata
5) Bantu siswa menyiapkan informasi dengan teknik-teknik penyimpanan informasi,
kegiatan istirahat, asosiasi kehidupan nyata, serta pengulangan-pengulangan.
4. INTELEGENSI/KECERDASAN
Intelegensi merupakan kemampuan atau kapasitas
keseluruhan individu untuk bertindak dengan tujuan, berpikir secara rasional,
dan menangani lingkungan secara efektif.
Secara umum kecerdasan diterjemahkan dalam 3 bentuk,
yaitu:
1) Memandang kecerdasan sebagai kemampuan menyesuaikan diri
(menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan situasi baru yang dihadapi)
2) Memandang intelegensi sebagai kemampuan untuk belajar
(semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang maka akan semakin mudah untuk
dilatih belajar dan belajar dari pengalaman)
3) Memandang intelegensi sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak
(dalam bentuk memahami ide-ide, simbol-simbol, maupun hal abstrak lainnya.
v
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTELEGENSI
1) Faktor bawaan
(intelegensi seseorang merupakan warisan/ bawaan dari orang tua, sehingga
tidak akan jauh berbeda atau bahkan sama tingginya)
2) Faktor lingkungan
(lingkungan menunjang perkembangan intelegensi individu,contohnya:faktor
gizi, faktor rangsangan kognitif,faktor latihan dalam keluarga)
Berkembang beberapa jenis kecerdasan,antara lain
adalah:
a) Kecerdasan emosi
b) Kecerdasan moral
c) Kecerdasan sosial
d) Kecerdasan spiritual
Menurut Gardner, intelegensi adalah kemampuan untuk
menyelesaikan masalah dan menciptakan produk berharga dalam lingkungan budaya
dan masyarakat. Kemudian Gardner mengembangkan tipe kecerdasan itu menjadi
beragam, yang kemudian dikenal dengan Multiple Intellegence.
Multiple intellegence, menurut Gardner:
1) Kecerdasan linguisti/bahasan
2) Kecerdasan matematik-logis
3) Kecerdasan spasial/ruang
4) Kecerdasan kinestetik-jasmani/gerak tubuh
5) Kecerdasan musikal
6) Kecerdasan interpersonal/hubungan sosial
7) Kecerdasan intrapersonal/dengan diri sendiri
8) Kecerdasan naturalistik/berhubungan dengan alam
Ø
Peran kecerdasan dalam keberhasilan belajar
adalah:
a) Anak dengan IQ tinggi belum tentu sukses
b) Tidak selamanya siswa yang mempunyai prestasai rendah dan mengalami
kesulitan belajar berasal dari siswa dengan IQ rendah
c) Kesuksesan seseorang dipengaruhi IQ hanya 20% dan 80% dipengaruhi faktor
lain
d) Keberhasilan hidup seseorang didunia nyata 4% ditentukan IQ dan >95%
dipengaruhi dan berhubungan dengan kecerdasan lain
Aplikasi adanya kecerdasan dalam proses pembelajaran
1) perlunya pemahaman guru terhadap kapasitas kecerdasan siswanya
2) guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang tepat
5. EMOSI & MOTIVASI
Menurut Kartono, Emosi merupakan proses tergugahnya perasaan yang
disertai dengan perubahan-perubahan dalam tubuh seperti otot menegang, jantung
berdebar, dsb. Wujud emosi seseorang adalah: senang, sedih, cemburu, cinta,
aman, takut, semangat, dll.
Menurut Sri rumini, Motivasi merupakan keadaan atau kondisi pribadi pada
siswa yang mendorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai
tujuan siswa yang bersangkutan
Menurut Sugihartono, Motivasi merupakan kondisi yang menyebabkan atau
menimbulkan tingkah laku tertentu dan memberikan arah dan ketahanan pada
tingkah laku. Wujud adanya motivasi siswa dalam belajar adalah: ketekunan dan
tak mudah putus asa.
Cara menumbuhkan motivasi siswa adalah:
·
Melibatkan siswa secara aktif dalam proses
pembelajaran
·
Menggunakan metode pembelajaran yang
mengaktifkan siswa
·
Guru menumbuhkan dan mempertahankaan motivasi
siswa
Ø
Macam-macam motivasi siswa menurut Sri
Rumini,adalah:
·
Motivasi berdasarkan proses terbentuknya
(motivasi bawaan dan motivasi yang dipelajarai)
·
Motivasi berdasarkan sumber kemunculannya
(motivasi intrinsik dan ekstrinsik)
·
Motivasi berdasarkan isinya
(motivasi jasmaniah dan rohaniah)
Jenis-jenis motivasi dalam belajar menurut sugihartono, adalah:
1) Motivasi instrumental (dorongan memperoleh hadiah/menghindari hukuman)
2) Motivasi sosial (memunculkan keaktifan diri)
3) Motivasi berprestasi (meraih prestasi yang diharapkan)
4) Motivasi intrinsik (muncul secara alamiah dalam diri)
Peran Motivasi dan Emosi dalam Belajar adalah:
1. Emosi mempengaruhi cepat lambat dalam belajar
2. Emosi menjadikan belajar lebih nyaman dan bermakna
3. Motivasi menjadikan siswa lebih semangat, bertanggungjawab, serius,
disiplin, rajin, dsb dalam mengikuti proses pembelajaran
Aplikasi adanya motivasi dan emosi dalam belajar, adalah:
1. Guru harus memahami emosi dan motivasi siswanya dalam belajar
2. Guru mampu menumbuhkan dan mempertahankan motivasi siswa
3. Guru mampu melibatkan emosi siswa selama proses pembelajaran
Emosi dan motivasi siswa dalam belajar menurut Eric jensen dapat ditumbuhkan
melalui beberapa hal, antara lain:
1
Menanamkan keyakinan positif tentang kemampuan
siswa
2
Memelihara lingkungan belajar yang nyaman
secara fisik dan emosional
3
Menandai kesuksesan dan pencapaian prestasi
terbaik dengan kegembiraan
4
Memberikan dan membangun harapan siswa untuk
sukses
5
Mengelola kondisi psikologis siswa dalam
belajar
6
Meningkatkan frekuensi pemberian umpan balik
7
Memberikan siswa penghargaan atas prestasi
yang dicapai
8
Melibatkan segenap potensi dan kecerdasan
siswa dalam proses pembelajaran
9
Melibatkan emosi siswa dalam belajar yang kuat
10 Mendorong dan berikan ikatan-ikatan sosial yang positif
Langganan:
Postingan (Atom)

